Selasa, 10 November 2020

TIM SAR GUNUNG SLAMET EVAKUASI BANYAK PENDAKI



Tim SAR Basecamp Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga berhasil mengevakuasi seorang pendaki asal Jakarta yang telah terjatuh di jalur pendakian Gunung Slamet. Beruntungnya pendaki itu selamat dan mengalami dislokasi.

Peristiwa itu terjadi di pos enam jalur pendakian Gunung Selamet pada hari Minggu (1/11) kemarin. Sebelum melakukan evakuasi kepada pendaki asal Jakarta itu, tim SAR juga sempat mengevakuasi pendaki wanita asal Banyumas yang bernama Elsa Qurratul Aini (19) yang tengah mengalami gejala acute mountain sickness (AMS) ketika sedang berada di pos dua.

"Belum sampai 24 jam (Tim SAR) sudah naik lagi, karena ada pendaki jatuh dan harus dievakuasi," ucap Saiful Amri selaku Kepala Pos Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, ketika dihubungi wartawan, Senin (2/11/2020).

Saiful menjelaskan bahwa korban itu bernama Maulidin Saputra (17). Tim SAR telah mengevakuasi korban ketika berada di pos tiga karena usai terjatuh, teman-teman korban juga sudah membantu memapah Maulidin.

"Korban jatuh cukup keras saat turun dari pos 6 ke pos 5. Nah korban pernah mengalami luka di lutut akibat kecelakaan, dan masih dipasang pen. Kemarin itu dislokasi," ucap Saiful.

Dia menjelaskan bahwa setibanya di basecamp SAR, korban langsung diberikan penanganan pertama. Selanjutnya korban langsung diantar pulang ke rumah saudaranya yang berada di Kemangkon, Purbalingga untuk mendapatkan perawatan rumah sakit sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

"Korban langsung pulang, rencana mau langsung rontgen. Dari basecamp sedang mengurus asuransi pengobatan korban," terangnya.



Sementara itu, untuk pendaki wanita asal Banyumas yang dievakuasi pada hari Sabtu (31/10) siang. Saiful mengaku bahwa dia menerima laporan pendaki sakit pada pukul 17.30 WIB di pos dua.

"Tim SAR berangkat menuju pos dua pukul 19.00 WIB dan berhasil mengevakuasi survivor menggunakan tandu. Tim sampai di basecamp sekitar pukul 23.30 WIB," jelasnya.

Setelah sesampainya di kamp induk, pendaki wanita itu kemudian mendapatkan penanganan dari petugas dan beruntungnya untuk kondisinya berangsur membaik. Saiful pun menyayangkan terhadap rombongan pendaki wanita tersebut yang kemudian meninggalkan korban usai dievakuasi oleh tim SAR. Terlebih, Elsa merupakan satu-satunya pendaki wanita dalam rombongan sekitar tujuh orang itu.

"Begitu ketemu Tim SAR, rombongan korban malah justru melanjutkan pendakian sampai puncak, tidak ada satupun yang mendampingi Tim SAR ke basecamp," terangnya.

Padahal, pendapat dia, dalam tata tertib pendakian tertulis larangan untuk meninggalkan rekan pendakian dalam keadaan apapun. Akhirnya setelah tiba di kamp induk, untuk ketujuh rekan Elsa langsung dibina di depan banyak pendaki.

"Kebersamaan lebih utama dibanding ego semata, puncak tak akan lari dikejar, seharusnya utamakan keselamatan bersama," uarnya.

Saiful berharap kepada para rombongan pendaki Gunung Slamet supaya lebih berhati-hati, terlebih dengan cuaca dan intensitas hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini. Dia berharap untuk para pendaki agar bisa lebih mempersiapkan diri dengan perbekalan yang memadai.

"Kalau cuaca tidak menentu, kadang hujan kadang cerah, tapi pihak kami sudah kasih imbauan ke semua pendaki, dan sudah tertera di selebaran yang kami berikan ke semua pendaki. Setop pendakian jika cuaca mendadak memburuk/ekstrem," jelasnya.





Previous Post
Next Post

0 komentar: