Sabtu, 31 Oktober 2020

SELAMA 15 TAHUN KOMA, PANGERAN ARAB GERAKKAN TANGAN



Seorang Pangeran Saudi, yang tengah terlihat dalam kondisi koma selama hampir 15 tahun lamanya, akhirnya telah memberikan harapan untuk keluarganya. Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud ini telah menggerakkan tangannya, ketika seseorang sedang berbicara kepadanya di samping tempat tidur, di mana dia dirawat.

"Halo, hai," kata orang itu kepada sang pangeran, seperti yang telah dilansir dari The New Arab. Dan, sang Pangeran Al-Waleed pun meresponsnya, dengan mengangkat dua jari tangannya.

"Coba saya lihat, lebih tinggi, lebih tinggi," ucap orang itu lagi, yang di mana membuat pangeran semakin getol untuk menggerakkan jarinya. Terakhir kali, gerakan tangan pangeran terjadi pada lima tahun lalu, yakni tepatnya di tahun 2015.

Pangeran Al-Waleed telah menggunakan ventilator semenjak tahun 2005, setelah dia telah mengalami pendarahan otak, yang disebabkan dengan kecelakaan mobil ketika dia belajar di sebuah perguruan tinggi militer.

Ayahnya, yang merupakan saudara laki-laki dari miliuner bisnis Saudi, Pangeran Al-Waleed bin Talal Al Saud, menolak untuk menyerah pada putranya dan bersikeras untuk tetap memantau kondisinya dengan harapan bahwa suatu hari anaknya itu akan bangun.

Pangeran Khalid, merupakan termasuk di antara mereka yang ditahan selama 11 bulan, yang disebabkan mengkritik tindakan keras terhadap elit Kerajaan Arab Saudi, yang di mana telah membuat puluhan pangeran, pejabat dan taipan dipenjara di hotel Ritz-Carlton Riyadh pada tahun 2017.



SEKOLAH GRATIS, BERIKUT UNDANG - UNDANGNYA



Sekolah gratis memang bukanlah sesuatu yang harus diminta warga negara, sebab itu sudah menjadi hak bagi setiap warga negara, karena pendidikan merupakan salah satu elemen penting di dalam suatu negara.

Maka dari itu, negara harus wajib menjamin pendidikan warga negaranya, dan pendidikan juga adalah salah satu barometer penilaian tingkat sumber daya manusia (SDM) dalam suatu negara itu, maka dari itu siapa pun yang telah menjadi kepala negara sudah menjadi kewajibannya untuk memperhatikan pendidikan rakyatnya.

Hal ini telah dijelaskan dalam pasal 31 UUD 1945 amandemen mengatakan: “(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.  Berdasarkan pasal 31 ini, negara memiliki dua kewajiban yakni: menyelenggarakan pendidikan bagi setiap warga negara, dan membiayai pendidikan bagi warga negara.

Yang dimaksud menyelenggarakan pendidikan berarti dimana negara harus menyediakan tempat/sekolah, pendidik, sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar mengajar tersebut dapat berjalan. Sedangkan untuk membiayai pendidikan yang artinya negara harus menyediakan dana/anggaran agar kegiatan belajar-mengajar yang melibatkan pendidik, sekolah, sarana dan prasana agar dapat tercipta.

Sementara pemerintah Kabupaten pesisir Selatan selama ini telah melaksanakan amanah dari pasal 31 UUD 1945, yang berati pemerintah kabupaten pesisir selatan telah menjalankan pendidikan gratis bagi setiap warganya, ditandai dengan seluruh sekolah yang berada di kabupaten pesisir selatan.


Di mana, kabupaten tersebut  sudah menerima dana bantuan operasional sekolah ( BOS ) dari pemerintah, dalam menjalankan pendidikan di setiap sekolah tanpa harus meminta kepada siswa, dan itu telah dilaksanakan sejak pemerintahan dipimpin oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono,  terlebih pemerintah juga telah menyiapkan beasiswa bagi warga negara yang kurang mampu dan berprestasi.

Pada masa Jokowi saat ini untuk program Wajib Belajar menjadi 12 tahun sampai tamat SMA. Sekarang tingkat SMA sudah di gratiskan namun memang masih terdapat beberapa persoalan di masyarakat, mengenai adanya pungutan biaya lain. Akan tetapi secara konseptual dan regulasi sesungguhnya sudah digratiskan, karena sekolah setingkat SMA sejatinya telah menerima dana BOS.

Sementara pungutan yang ada dan terjadi di sekolah, adalah implementasi kebijakan yang sangat tidak sesuai dengan ketentuan, terlebih pemerintah melalui Kemendikbud telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 75 mengenai komite sekolah yang mengatur, supaya kekurangan pembiayaan pendidikan yang telah diderita sekolah bisa dicarikan solusinya oleh komite sekolah.


RIZKY FEBIAN - 'CUEK' ADALAH SINDIRAN KE MANTAN



Rizky Febian akhirnya berterus terang tentang sosok yang telah menginspirasinya dalam membuat lagu 'Cuek'. Lagu itu rupanya berawal dari apa yang telah dia rasakan terhadap sang mantan kekasihnya.

Dia mengungkapkan hal tersebut dalam wawancaranya dengan Putri Tanjung di program Ngobrol Sore Semuanya di kanal YouTube CXO Media.

"Jadi cuek tuh banyak ceritanya, percaya atau tidak, Cuek itu menceritakan tentang mantan aku yang sebelumnya, yang terakhir," ucap Rizky Febian.

Lagu itu diciptakan oleh Rizky Febian dengan spontan saat dia dan mantan kekasihnya yang sedang melakukan telepon video. Ketika itu, Rizky Febian telah merasa diabaikan oleh perempuan yang kala itu masih menjadi kekasihnya.

"Cuek itu lagu yang aku bikin ketika aku video call-an sama mantan aku. Memang dia cuek, sedangkan Iki kan membutuhkan support system. Akhirnya aku sindir lewat lagu," ujar dia.

Tampaknya, meski telah dibuatkan sebuah lagu, sindiran halus itu juga tidak sampai pada mantan kekasihnya. Rizky Febian masih merasa tetap diabaikan. "Ternyata memang cuek, karena nggak nyampe," jelasnya sambil wajahnya tersipu malu.

Namun, setelah bertelepon dengan sang mantan, Rizky Febian langsung secara spontan terinspirasi untuk membuat lagu itu secara penuh. Saat itu dirinya langsung pergi ke studio dan juga menyelesaikan demo lagunya.


Belakangan ini, Rizky Febian telah mengeluarkan tiga single yang menjadi trilogi Garis Cinta. Untuk ketiga lagu itu yakni Cuek, Mantra Cinta dan Makna Cinta.

Awalnya, Rizky Febian di tahun ini telah berniat untuk mengeluarkan album. Akan tetapi dikarenakan adanya pandemi Corona yang telah melanda Indonesia, dana akhirnya dirinya pun mengurungkan niatnya tersebut.

"Harusnya aku (mengeluarkan) album di tahun ini tapi karena pandemi, aku stop dulu album. Sampe akhirnya trilogi Garis Cinta ini lagunya spontan, dadakan aku bikin saat bingung mau ngapain. Jadi bukan lagu yang akan ada di album," jelas dia.

Menurut dia, dari beberapa lagu yang telah dia tulis, Cuek merupakan salah satu lagu yang dia sukai. "Kalau ditanya lagu apa yang aku tulis yang paling aku suka, salah satunya Cuek," ujarnya.

https://youtu.be/TXSFTMkgP4Y


PRABOWO LANJUT KE PRANCIS BAHAS KERJA SAMA PERTAHANAN, SETELAH AS - AUSTRALIA



Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan (Menhan) kini tengah melanjutkan kunjungan kerja (kunker) dari Austria ke Prancis. Prabowo akan bertemu dengan Menhan Prancis Florence Parly guna membahas mengenai kelanjutan kerja sama pertahanan.

"Iya melanjutkan pembicaraan kerja sama pertahanan yang sudah dibuat terkait pelatihan bersama, termasuk pelatihan-pelatihan dan kerja sama Industri pertahanan dan lain-lain," ucap Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Mengenai kunker Prabowo ke Prancis ini juga telah diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Prancis via akun Twiitter-nya, @Armees_Gouv. Dan dalam cuitannya yang berisi tentang Menhan Prancis akan bertemu Prabowo hari ini waktu setempat.

Prabowo memang sedang melakukan kunjungan ke sejumlah negara sejak 15 Oktober lalu. Sebelum ke Prancis dan ke Austria, Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS).

Prabowo memenuhi atas undangan dari Pemerintah AS yang disampaikan melalui Menhan Mark T Esper. Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra itu berada di AS sejak tanggal 15-19 Oktober.

Setelah dari AS, Prabowo melanjutkan kembali penerbangannya menuju ke Austria. Pada tanggal 22 Oktober, Prabowo tengah bertemu dengan Menhan Austria, Klaudia Tanner di Wina.


Ketika itu Prabowo didampingi oleh Darmansjah Djumala selaku Duta Besar RI untuk Austria, anggota DPR RI Komisi I Sugiono, dan Atase Pertahanan Berlin Kol Kav Rio Hendrawan Alin Putra ketika sedang kunjungan kerja ke Austria. Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, Prabowo dan Tanner juga tengah membahas tentang peluang penandatanganan MoU sebagai payung hukum kerja sama kedua negara.

"Kedua Menteri Pertahanan membahas peluang peningkatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan yang dapat dijajaki lebih lanjut melalui pembentukan memorandum of understanding (MoU) sebagai payung (umbrella agreement) kerja sama pertahanan kedua negara di masa yang akan datang," tulis KBRI Wina melalui keterangan yang diterima.


GEMAR MAIN PONSEL SAMPAI MALAM - AWAS ADA YANG MENGINTAIMU !!



Saat ini ponsel memang sudah menjadi hal yang melekat bagi manusia. Terlebih semenjak masa pandemi Covid-19 ini berlangsung, karena aktivitas menjadi terhambat dan diharuskan untuk menggunakan ponsel yang bisa mempermudah segala hal. Meski memiliki tujuan yang baik, ternyata jika terlalu lama menggunakan ponsel hingga larut malam sangat tidak baik untuk tubuh.

Apa saja dampaknya? Cek berikut saja berikut ini yuk.

1. Masalah Pada Wajah


Apabila akhir-akhir ini kamu merasa wajahmu mulai mudah berjerawat, coba deh perhatikan lagi kebiasaanmu akhir-akhir ini. Apakah akhir-akhir ini kamu sering sekali memainkan ponselmu hingga larut malam? Hal ini bisa menjadi penyebab ketika kulit menjadi bermasalah.

Apalagi bermain ponsel sambil berbaring dimana bisa menyebabkan radiasi pada bagian kulit. Untuk cahaya dari ponsel yang dapat membuat melanin kulit rusak dimana hal itu bisa membuat kulit menjadi berbintik. Ternyata, bermain ponsel sampai larut malam juga bisa membuatmu lebih terasa lelah dan stres, dan akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat di muka.

2. Kemampuan Penglihatan Berkurang


Mata akan menjadi kering dan lelah ketika kamu memainkan ponsel dengan terus menerus. Coba membiasakan untuk mengatur jarak antara ponsel dan mata, dan juga untuk mencoba menghindari menggunakan ponsel di ruangan gelap dan pastikan kamu tidak melihat ponsel dalam waktu yang terlalu lama.

3. Menurunnya Kualitas Tidur


Bermain ponsel memang sangatlah menyenangkan. Karena ketika kamu melakukan seseuatu dengan ponsel kamu yang menyenangkan, kamu akan sering kali lupa dengan waktu. Efek dari itu, waktu tidurmu jadi terganggu akibat terlalu lama bermain ponsel. Hal ini tentu saja akan membuat kualitas tidurmu menurun. Kamu akan merasa waktu tidurmu tidak cukup dan terus menerus akan merasa lelah.

Coba mulai sekarang, kurangi bermain ponsel dan pastikan kamu tidur dengan tepat waktu. Coba juga atur pola waktu tidurmu, dan jauhkan ponsel agar kamu tidak terganggu ketika akan tidur.

4. Sakit Leher


Efek ketika terlalu lama berbaring sambil menggunakan ponsel, tulang bagian belakangmu akan menjadi kaku. Hal ini bisa menimbulkan rasa nyeri pada bagian tulang belakang leher. Dan jika terlalu parah, kondisi ini bisa menyebabkan kelumpuhan akibat adanya tekanan tulang belakang pada saraf.

Nah, bagaimana? apakah kalian siap menerima akibatnya?

Itu dia beberapa dampak pada tubuh jika kamu terlalu sering menggunakan ponsel hingga larut malam. Bijaklah dalam menggunakan ponsel kamu ya guys.


Rabu, 28 Oktober 2020

BEREDAR VIDEO SOAL SAMAKAN COVID-19 DENGAN FLU BIASA, SIAPAKAH ALIANSI DOKTER SEDUNIA ?



Sebuah video tengah viral bikin heboh di media sosial. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Dokter Dunia mengatakan bahwa COVID-19 merupakan tak lebih dari flu biasa dan tidak berbahaya.

Prof Wiku Adisasmito selaku Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 dengan sangat tegas membantah akan adanya klaim tersebut. DIa mengatakan, apa yang disampaikan dalam video yang tengah viral tersebut merupakan mis-informasi, dan juga ditegaskan bahwa COVID-19 sama sekali berbeda dengan influenza.

Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K) selaku Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), juga mengakui memang ada sebagian kecil dokter yang meragukan tentang COVID-19. Akan tetapi pada umumnya, tidak didasari oleh data ilmiah yang jelas.

"Bahwa total yang meninggal saja sudah sejuta lebih. Indonesia juga kita sudah melihat langsung dokter-dokter yang meninggal dan meninggalnya sudah makin banyak," ucap Prof Zubairi saat dihubungi wartawan, Selasa (27/10/2020).

"Pada prinsipnya kami dokter itu kalau ngomong harus berbasis bukti ilmiah dan itu tidak didukung oleh bukti ilmiah," imbuhnya.

Prof Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lebih tegas mengatakan bahwa Aliansi Dokter Dunia sebagai organisasi 'jadi-jadian'. Sebagai senior yang telah malang melintang di berbagai organisasi kedokteran, dia mengaku tidak pernah mengenal dengan organisasi tersebut.


"Kalau di dunia itu kan ada ikatan ya, misalnya, di bidang penyakit dalam kan ada International Society of Internal Medicine, itu Indonesia juga kan masuk ke dalam situ. Kemudian World Medical Association," ucap Prof Ari.

"Jadi itu nggak ada kita kenal di dalam organisasi, baik itu dokter dunia maupun dokter penyakit dalam dunia," tambahnya.

Akan tetapi yang pasti, ditegaskan bahwa klaim yang telah disampaikan oleh Aliansi Dokter Dunia dalam video yang tengah viral tersebut menurut Prof Ari tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.


ANGKUTAN LOGISTIK SEMBAKO DIGUNAKAN MENGEDARKAN NARKOBA SAAT CORONA



Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah melakukan pemusnahan barang bukti kasus narkotika dari bulan  Juni sampai bulan September 2020. Pemusnahan barang bukti ini berasal dari 11 kasus yang berasal dari 23 orang tersangka yang berbeda-beda.

Barang bukti yang didapatkan dari berbagai kasus yang mayoritas berasal dari Pulau Sumatera. Dalam pemusnahan barang bukti sendiri, para tersangka tidak dihadirkan karena adanya pandemi COVID-19.

"Ya, seperti tadi dijelaskan, kita mau memusnahkan barang bukti dari beberapa jenis narkoba antara lain 139 kilogram sabu, kemudian ada tiga jenis tablet yaitu yang pertama adalah tablet ekstasi yang kedua Eutilon, kemudian yang ketiga Yaba, jumlah keseluruhan 77.000," ucap Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Kamis 22 Oktober 2020.

Arman mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BNN kepada masyarakat. 

"Kami pastikan dimusnahkan, jadi tidak ada lagi kecurigaan dan tidak ada lagi peluang dari personel kita bahwa barang bukti disalahgunakan sendiri, maupun diperjualbelikan. Ini bukti kepada masyarakat," ujar Arman.


Sementara, Arman telah menjelaskan modus operasi yang digunakan para bandar narkoba dalam menyelundupkan narkotika ke Pulau Jawa di masa pandemi COVID-19 ini. 

"Mereka memanfaatkan situasi di pandemi ini melakukan distribusi narkoba menggunakan transportasi yang seolah-olah untuk membantu masyarakat dengan menggunakan angkutan logistik sembako hasil pertanian dan ternyata narkoba dicampur dengan jagung, kelapa, pisang dan bahkan beras," ucap Arman.


6 BULAN TAK DIGAJI, KARYAWAN GUGAT AIRASIA



AirAsia Indonesia tengah digugat oleh 14 karyawan tetapnya. Gugatan itu dilayangkan disebabkan gaji yang tidak dibayarkan selama 6 bulan.

Gugatan ini dilakukan melalui kuasa hukum Law Firm Henry Yosodiningrat & Partners. Radhitya Yosodiningrat yang merupakan salah satu kuasa hukum para karyawan mengatakan bahwa AirAsia telah menelantarkan karyawannya dengan cuti tanpa dibayar semenjak bulan April.

"Bahwa AirAsia merupakan Perusahaan Besar di dunia penerbangan, ternyata telah menelantarkan karyawannya dengan "memaksa" karyawannya untuk cuti tanpa dibayar sejak bulan April sampai dengan saat ini," ucap Radhitya dalam keterangannya, Jumat (23/10/2020).

Sementara, perusahaan penerbangan asal Malaysia ini juga disebut telah tiga kali mangkir dalam panggilan Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang sebagai mediator Perselisihan Hubungan Industrial.

Apalagi sebelum adanya Pandemi Covid-19 ini, imbuh Radhitya, ternyata AirAsia sudah memotong dan juga tidak membayar sama sekali upah seluruh kliennya. Bukan hanya upah saja, semua kewajiban dalam kontrak kerja juga tidak dipenuhi oleh AirAsia, salah satunya tagihan BPJS Ketenagakerjaan.

"Melihat status karyawan yang tidak jelas maka sebagian karyawan yang terdiri dari Capten Pilot, First Officer, Cabin Crew meminta di PHK dengan alasan Pasal 169 Ayat (1) huruf c dan d UU Ketenagakerjaan tahun 2003 yaitu karena perusahaan tidak membayarkan gaji lebih dari 6 bulan berturut-turut dan juga telah tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak kerja," ucap Radhitya.


Radhitya juga menambahkan, menurut hukum pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan harus dibayarkan oleh perusahaan yang telah dipotong langsung dari upah karyawan setiap bulannya. Apabila perusahaan yang kedapatan tidak melakukan pembayaran Iuran yang dimaksud, maka akan diancam pidana berdasarkan ketentuan Pasal 55 jo. Pasal 19 Undang - Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

"Mengenai tindak pidana BPJS tersebut, Klien Kami akan membuat Pengaduan Masyarakat dan Laporan Polisi pada Hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2020," jelas Radhitya.

Sebelumnya, bahwa para karyawan AirAsia ini telah melaporkan pihak AirAsia kepada Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi No: LP/2930/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 20 Mei 2020.

Gugatan dilakukan dengan dugaan telah melakukan tindak pidana penggelapan, yaitu telah membuat dan mengeluarkan Slip gaji karyawan bulan Maret 2020 namun gaji tersebut tidak diberikan kepada karyawan. Selanjutnya, berkaitan dengan laporan tersebut telah dipanggil oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya antara lain pihak Manajemen Perusahaan, juga Para Direktur dan Komisaris perusahaan untuk dimintai keterangan.

"Kami berharap kepada Direksi PT Indonesia AirAsia Extra dan PT Indonesia AirAsia dapat mengambil sikap untuk menerima dan melaksanakan isi dari Anjuran Mediator tersebut," imbuhnya.

Sementara, pihaknya juga telah mengingatkan kepada perusahaan, terkait ketentuan Pasal 13 ayat (2) huruf c Undang undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang secara tegas memberikan batas waktu selama 10 hari untuk Para Pihak harus sudah mengambil sikap atas Anjuran yang dimaksud.

Kemudian, tambah Radhitya, pihaknya akan tetap mengajukan GUGATAN KEPAILITAN terhadap PT Indonesia Airasia Extra dan PT Indonesia Airasia kepada Pengadilan Niaga yang berwenang.


Rabu, 21 Oktober 2020

GATOT NURMANTYO PERNAH MERAMAL AKAN ADANYA PERANG BIOLOGI



Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo selaku Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), telah mengaku sudah pernah mengingatkan kepada jajaran pemerintah agar mewaspadai akan adanya perang biologi. Peristiwa tersebut diramalkannya dapat melumpuhkan suatu negara hingga berdampak epidemi.

Gatot menyampaikan hal tersebut ketika dia masih menjabat sebagai Panglima TNI dalam acara internasional di Istana Negara, Jakarta pada 27 Oktober 2017. Saat itu dia pun mengaku belum tahu duluan akan ada penyebaran Virus Corona atau COVID-19 seperti yang sedang terjadi sekarang ini.

"Tentunya, saya bicara seperti ini bukan berarti dukun. Tapi berdasarkan data-data fakta yang menyimpulkan itu," ucap Gatot dikutip dari YouTube Karni Ilyas Club pada Jumat malam, 16 Oktober 2020.

Selanjutnya, Gatot menyoroti tentang penanganan penyebaran Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, Cina, hingga wabah tersebut menyerang Indonesia. Pendapatnya, mengenai penanganan epidemi itu sebenarnya bulan pertama yang sangat menentukan.

"Ketika di Wuhan ada epidemi, ini penanganan bulan-bulan pertama yang menentukan. Nah ini kita tidak melakukan itu, bahkan menarik wisatawan-wisatawan," ucapnya.


Gatot juga mengatakan, tidak adanya kesatuan komando dan terus gonta-ganti kepemimpinan untuk penanganan wabah Corona Covid-19 ini. Seperti contohnya, penerapan mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah terjadi perbedaan sikap antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah, khususnya Jakarta.

"Kepemimpinan Satgas dari Pak Doni Monardo, akhirnya berganti Pak Erick Thohir, Pak Luhut B Pandjaitan. PSBB pun sama, ada yang PSBB ketat dan ada yang tidak. Tidak ada kesatuan komando," ungkap dia.

Herannya lagi, ujar Gatot, ketika Anies Baswedan sang Gubernur DKI yang sedang menjalankan petunjuk Presiden Jokowi yang mementingkan kesehatan daripada ekonomi. Maka dari itu, ketika DKI Jakarta melaksanakan PSBB, akan tetapi malah diprotes oleh menteri-menterinya.

"Kan rakyat melihat ini bingung. Dengan kebingungan inilah, KAMI menyarankan kepada pemerintah/Presiden dan DPR untuk lebih serius lagi. Kalau itu ditanggapinya oposisi, ya silahkan saja tapi maksud saya baik," jelasnya.


AGEN DOMINO KIU | DOMINO KIU | 

POKER88 | DIAMONDQQ

FESTIVAL KEMBALI, BU SUSI DAN 120 NARASUMBER LAINNYA GABUNG


Festival KEMBALI20 yang diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati akan tetap menggelar acara di masa pandemi COVID-19. Bertajuk KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival (KEMBALI20), festival yang menggabungkan antara perayaan sastra, seni, budaya, dan kuliner.

Dibuka pada tanggal 29 Oktober sampai dengan 8 November, akan ada 120 penulis, seniman, jurnalis, petani, chef sampai pegiat seni lainnya yang bergabung dalam acara. Tak sekadar festival, penyelenggara KEMBALI20 kembali mengumumkan puluhan acara digital lainnya.

Akan ada teater kuliner, pertunjukan musik dan seni, dan pemutaran film yang dijadwalkan. Janet DeNeefe selaku pendiri dan Direktur KEMBALI20, menyebutkan bahwa KEMBALI20 memberikan kesempatan kepada siapa pun dan dari mana pun untuk menikmati Bali dengan cara berbeda.

"Kami ingin orang-orang melihat Bali dalam bentuk aslinya. Dari komunitas, alam, dan budaya otentik yang kerap tidak tersorot oleh publik, kami membagikan yang terbaik dari Bali," ucap Janet, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (20/10/2020).

Akan ada Teater Kuliner yang dihadirkan secara berbeda dengan di datangkan narasumber Susi Pudjiastuti yang akan memasak bersama chef Bart van Olphen. Keduanya akan menyiapkan hidangan Timur Tengah, Chraime, dan tantangan memasak secara virtual lainnya.

Musisi Kaka Slank juga akan ikut memasak virtual bersama chef Aga Alvian. KEMBALI20 juga akan menghadirkan antropolog Dewa Ayu Eka Putri yang merespon puisi Namaku Sita dalam penghormatan kepada almarhum penyair dan penulis Sapardi Djoko Damono.


Sementara acara poetry slam, teater eksperimental, dan tarian dari komunitas Seni Napak Tuju, pembacaan buku Fall Baby (Kekasih Musim Gugur) oleh Laksmi Pamuntjak.

Selanjutnya akan ada pertunjukan yang menghadirkan Sun Eater, lima musisi Indonesia paling menarik yang antara lain Feast, Hindia, Agatha Pricilla, Aldrian Risjad, dan Mothern yang akan menjadi bagian dari Antologi Matahari.

Dalam acara pemutaran film ada Our Mother's Land, sebuah film dokumenter yang telah mengikuti perjalanan jurnalis Febriana Firdaus dalam menyoroti para perempuan Indonesia yang bangkit untuk memimpin gerakan sosial.

Sementara, Film dokumenter Stories from the Field juga akan ditayangkan kreasi hasil dari videografer asal Bali Wayan Martino. Untuk penikmat film juga akan diajak mengenal pertanian dan proses pengolahan biji kopi di Kintamani milik I Wayan Arca Bertayasa yang berdiri sejak 1980.

Tak hanya itu, para penikmat juga akan menelusuri pertanian vanili di Bangli bersama petani sekaligus pembuat film Dwita J Ariana. Dokumenter Stories from the Field ini akan ditayangkan perdana ke publik pada hari Sabtu (07/11/2020) dan Minggu (08/11/2020).

"Dari tahun pertama adanya Festival yang digelar oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati, semua prakarsa kami didedikasikan untuk komunitas kami dan kami pun melakukannya kembali tahun ini," tutup Janet.