Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
Diamond QQ - Meski ini kondisi normal, banyak orang yang kesal saat muncul stretch mark di kulitnya. Cari tahu di sini apa penyebab stretch mark, sehingga masalah kulit ini bisa dicegah sedini mungkin.
Stretch mark merupakan guratan yang sering muncul pada kulit bagian tubuh yang banyak mengandung lemak, seperti payudara, perut bagian atas, lengan atas, paha dan bokong. Garis-garis yang dimulai dengan warna merah, merah muda, atau ungu secara bertahap akan berubah warna menjadi putih atau abu-abu.
Penyebab Stretch Marks
Tidak semua orang memiliki stretch mark. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang kulitnya mengandung sedikit kolagen, protein yang membuat kulit lentur. Stretch mark umumnya muncul karena ukuran tubuh meningkat lebih cepat daripada perkembangan dan elastisitas kulit.
Ketika kulit meregang dengan cepat, lapisan tengah kulit (dermis) menipis, sehingga lapisan di bawahnya muncul ke permukaan. Jika demikian, akan muncul garis atau guratan kemerahan yang terkadang disertai rasa gatal. Seiring waktu, garis ini akan berubah menjadi putih atau abu-abu. Kondisi ini disebut stretch mark.
Berikut beberapa kondisi yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena stretch mark:
Kehamilan
Kenaikan berat badan yang drastis
Masa pubertas
Warna kulit cerah
Miliki riwayat keluarga yang mengalami stretch mark
Masalah kesehatan tertentu, seperti sindrom Marfan atau sindrom Cushing
Konsumsi obat kortikosteroid yang salah
Bagaimana Mencegah Stretch Mark
Stretch mark adalah kondisi umum yang tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko timbulnya stretch mark, di antaranya:
1. Menjaga berat badan yang sehat
Stretch mark paling sering disebabkan oleh penambahan berat badan yang cepat. Oleh karena itu, jaga berat badan Anda dalam kondisi stabil. Jika ingin menurunkan berat badan, lakukan secara bertahap. Usahakan untuk tidak menurunkan berat badan lebih dari ½ kg per minggu.
Bagi ibu hamil, penambahan berat badan juga harus dijaga, agar risiko timbulnya stretch mark bisa menurun. Pertambahan berat badan sebenarnya pada ibu hamil bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 10-12,5 kilogram.
Namun perlu diingat, ibu hamil tidak disarankan untuk melakukan diet atau menurunkan berat badan. Cukup dengan menjaga konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, agar berat badan Anda tidak meningkat drastis selama kehamilan.
2. Menerapkan pola makan yang sehat
Makanan yang sehat dan segar juga dapat menjaga kesehatan kulit, sehingga munculnya stretch mark bisa dihindari. Biasakan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E, vitamin C, protein, dan zinc, agar kolagen kulit Anda bisa meningkat.
3. Pertahankan asupan cairan
Minum cukup air juga dapat membantu menjaga kelembaban dan kelembutan kulit Anda. Pasalnya, kulit yang terhidrasi dengan baik memiliki risiko lebih kecil mengalami stretch mark dibandingkan kulit kering.
Anda juga harus mengurangi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, karena hal ini juga dapat meningkatkan risiko timbulnya stretch mark. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengurangi asupan kafein, pastikan Anda menyeimbangkannya dengan meminum cairan bebas kafein.
Selain mencegah, ada juga sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk menyamarkan atau meminimalkan stretch mark, antara lain menutupinya dengan krim atau kosmetik khusus, menggunakan krim penghilang stretch mark, atau melakukan chemical peeling, terapi laser, dan bedah kosmetik.
Stretch mark sebenarnya tidak berbahaya dan dapat hilang seiring waktu, sehingga tidak memerlukan penanganan dan perawatan khusus. Namun, jika stretch mark membuat Anda sangat teriritasi karena suatu alasan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq


0 komentar: