Sabtu, 10 April 2021

Begini Cara Gubernur DKI Antisipasi Korupsi di Level ASN

 

Diamond QQ - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sumber foto: Pemprov DKI


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka-bukaan soal penanganan korupsi di Jakarta. Ia menyebut kondisi bebas korupsi merupakan hal yang harus diperjuangkan. Menurutnya, persoalan korupsi muncul karena tiga penyebab, yakni kebutuhan, keserakahan, dan sistem.


Terkait pendapatan, Anies mengaku sudah mengantisipasinya dengan menyamakan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di DKI.


“Alhamdulillah, di Jakarta solusinya adalah dengan pendapatan ASN di Jakarta dibuat setara dengan pendapatan bagi kegiatan-kegiatan lain yang ada dibuat cukup. Intinya, jangan sampai kurang. Sebab, kalau kurang, di situ rongga yang paling besar. Ini salah satu isu penting untuk kita perhatikan,” ujarnya dalam seminar online Diskusi Indonesia: Membedah Praktik Korupsi Kepala Daerah, Kamis (8/4/2021).


Keserakahan akan korupsi, kata Anies, tidak ada habisnya


Sedangkan korupsi karena keserakahan, diakui Anies, tak akan ada habisnya. Salah satu hal yang Anies lakukan terhadap jajarannya yang korup karena keserakahan adalah dengan segera menjatuhkan sanksi tegas.


“Cara menghadapinya adalah dengan hukuman yang berat, sanksi tegas. Sanksi yang tidak pandang bulu jadi solusi,” ujarnya.


Korupsi yang sistemik


Masalah lain yang harus diatasi adalah korupsi yang tercipta karena sistem. Pemecahan masalah tersebut cukup kompleks, karena harus pula diperangi dengan perbaikan sistemik.


“Di sini, rongga yang terus-menerus harus dicari terobosannya. Mereka yang memang memiliki niat melakukan korupsi melihat tiga ruang ini, apakah kebutuhan, keserakahan, atau sistem,” ujarnya.


Koruptor adalah orang yang kreatif


Anies mengatakan, orang yang berani melakukan korupsi adalah orang yang terbilang kreatif.


“Mereka mampu melakukan terobosan-terobosan dalam melakukan praktik korupsi. Jadi, tugas kita adalah terus melakukan inovasi di dalam mengendalikan berbagai praktik seperti itu,” ujarnya.


Ia juga mengatakan bahwa sebuah organisasi di lingkungan pemerintahan harus memiliki kesepakatan tentang budaya apa yang ingin ditumbuhkan, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintahan.


“Kami di DKI, mulai kumpulkan jajaran untuk sama-sama merumuskan budaya yang kami sepakati, integritas, akuntabel, kolaboratif, inovatif, dan berkeadilan,” kata Anies.


Bagaimana mengantisipasi korupsi, menurut Anies


Anies mengatakan, pihaknya mengantisipasinya melalui cara smartplanning, budgeting dan procruitment secara digital.


“Jadi mulai dari perencanaan sudah digitalisasi. Kemudian, pada saat penganggaran diteruskan dengan sistem digital. Saat pengadaan juga digitalisasi semua level,” ujarnya.


Harapannya, metode ini, kata Anies, bisa mengendalikan praktik korupsi di lapangan. Pihaknya juga membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tingkat Ibu Kota.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq

Previous Post
Next Post

0 komentar: