Sabtu, 21 Agustus 2021

PB IDI Ungkap 405 Dokter Meninggal Akibat COVID-19 saat Bertugas

 

Ilustrasi, sumber foto: Liputan6.com/Herman Zakharia


Diamond QQ - Kabar duka terus menyelimuti Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan data miris mengenai para korban tenaga kesehatan, termasuk dokter, yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona saat bertugas.


Ketua Terpilih PB IDI, Dr Adib Khumaidi mencatat sebanyak 405 dokter meninggal dunia akibat COVID-19 hingga hari Minggu (27/6/2021).


"Kami laporkan per 25 Juni ada 401 dokter yang meninggal, namun sampai siang hari ini bertambah empat orang meninggal karena COVID-19," katanya dalam konferensi pers online.


Selama Juni, 30 dokter meninggal


Adib menjelaskan, dari angka tersebut sepanjang Juni, sebanyak 30 dokter meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.


“Memang tidak sebanyak pada Januari, tetapi diketahui kondisi saat ini perawatan atau teman-teman dokter PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) atau bidan dan lainnya, tenaga kesehatan banyak yang dirawat,” katanya.


Ribuan tenaga kesehatan terpapar COVID-19


Di tengah kabar duka ini, ribuan nakes atau tenaga kesehatan juga harus berobat karena terinfeksi COVID-19.


Adib merinci, di Kudus, Jawa Tengah, ada 853 tenaga kesehatan terpapar COVID-19 yang harus dirawat, Yogyakarta 231 tenaga kesehatan, dan Surabaya lebih dari 100 tenaga kesehatan. Kondisi ini juga terjadi di DKI Jakarta.


“Kondisi inilah yang kemudian memberikan gambaran bahwa pada upaya intervensi yang tidak bisa hanya mengandalkan hilir. Kita punya keterbatasan, kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan jika berlanjut menimbulkan dampak yang luar biasa,” katanya.


Rumah sakit telah melebihi kapasitasnya


Adib menambahkan, sejumlah rumah sakit khususnya di Pulau Jawa mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur sudah overload.


"Perawatan rumah sakit dan juga puskesmas juga waiting list, bahkan kondisi beberapa rumah sakit. Video yamg viral beberapa waktu lalu memberikan suatu gambaran faktual yang ada saat ini. Ini suatu warning buat kita," kata Adib.

Previous Post
Next Post

0 komentar: