Minggu, 14 Maret 2021

Begini Cara Mencegah Orang yang Akan Bunuh Diri

 

Ilustrasi, sumber foto: thinkstock

Bunuh diri adalah cara seseorang mengakhiri hidupnya. Mereka yang memutuskan untuk bunuh diri melakukannya dengan gantung diri, minum obat secara berlebihan, minum cairan beracun, atau menggunakan senjata. Pria berusia 40-an dan 50-an lebih cenderung mencoba bunuh diri.

Biasanya hal ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi sehingga sulit untuk dicegah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pemicu dan tanda seseorang yang melakukan bunuh diri. Siapa tahu, orang terdekat Anda memiliki keinginan ini. Jadi, adalah tugas Anda untuk mencegah dia melakukan tindakan itu.

Faktor Pemicu Seseorang Melakukan Bunuh Diri

Bunuh diri dapat menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa karakteristik dan kondisi yang meningkatkan risiko ini. Namun, seseorang mungkin lebih cenderung untuk mencoba bunuh diri jika memiliki penyakit mental. Sekitar 90 persen orang yang melakukan bunuh diri mengalami masalah psikologis pada saat kematiannya.

Berikut beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya bunuh diri, di antaranya:

1. Gangguan bipolar

Orang yang mengalami gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Apa yang dulunya sangat bahagia dan bersemangat bisa tiba-tiba berubah menjadi kesedihan, kurangnya kegembiraan, dan bahkan depresi. Orang-orang ini memiliki risiko 20 kali lebih tinggi untuk bunuh diri jika dibandingkan dengan orang normal. Diperkirakan satu dari tiga orang penderita bipolar akan mencoba bunuh diri setidaknya sekali seumur hidup. Orang dengan gangguan bipolar yang juga memiliki masalah kecemasan memiliki risiko lebih tinggi untuk mencoba bunuh diri.

2. Depresi berat

Ciri-ciri seseorang yang mengalami depresi berat adalah merasa putus asa, sedang dalam mood yang buruk, merasa lelah, atau kehilangan minat dan motivasi dalam hidup. Sifat-sifat seperti itu dapat berdampak buruk pada kehidupan seseorang secara keseluruhan. Pada gilirannya, hal ini dapat membuat mereka lebih cenderung untuk mencoba bunuh diri.

3. Anoreksia nervosa

Menjauhi makanan sebanyak mungkin dan selalu berbohong bahwa mereka tidak lapar atau sudah makan, ini adalah tanda-tanda anoreksia nervosa. Orang dengan kelainan makan ini merasa dirinya gemuk, yang membuat mereka kehilangan berat badan secara terus menerus. Mereka dengan ketat mengontrol dan membatasi apa yang mereka makan. Diperkirakan 1 dari 5 orang penderita anoreksia nervosa akan mencoba bunuh diri setidaknya sekali seumur hidup. Angka kematian akibat bunuh diri pada orang dengan kelainan makan ini cukup tinggi, terutama pada wanita muda.

4. Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan ini disebut juga borderline personality disorder (BPD). Tanda utama seseorang mengalami gangguan kepribadian ambang adalah melukai diri sendiri. Tanda lainnya adalah ketidakstabilan emosi dan terkadang kesulitan bersosialisasi. Orang-orang ini cenderung memiliki riwayat pelecehan seksual di masa kecil mereka dan berisiko lebih tinggi untuk bunuh diri. Diperkirakan lebih dari separuh orang dengan kelainan ini akan mencoba bunuh diri setidaknya sekali seumur hidup.

5. Skizofrenia

Sering halusinasi, perubahan tingkah laku atau percaya pada hal-hal yang tidak benar merupakan tanda-tanda seseorang dengan skizofrenia. Diperkirakan 1 dari 20 penderita skizofrenia akan mencoba bunuh diri.

Selain kondisi mental di atas, faktor lain yang juga dapat memicu seseorang untuk bunuh diri adalah:

  • Pernah mengalami pelecehan seksual.

  • Faktor sosial dan ekonomi, seperti: kehilangan pekerjaan atau memiliki hutang.

  • Memiliki orientasi seksual tertentu seperti gay, lesbian, atau transgender.

  • Seorang narapidana atau seseorang yang baru saja dibebaskan dari penjara mungkin juga memiliki pikiran untuk bunuh diri.

  • Menjadi korban bullying

  • Kualitas tidur yang buruk dan kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko bunuh diri pada kelompok lansia. Lansia yang mengalami kurang tidur memiliki risiko bunuh diri yang lebih tinggi

Apa Tanda-tandanya?

Ada beberapa tanda yang mungkin diperlihatkan atau diperlihatkan oleh seseorang yang akan bunuh diri, misalnya:

  • Sering berbicara tentang kematian.

  • Mengekspresikan keputusasaan dalam menjalani hidup seperti mengatakan, "Mengapa saya hidup di dunia?"

  • Perilaku menyakiti diri sendiri.

  • Mengancam bunuh diri adalah seperti mengatakan, "Jika kamu memilih dia, aku akan bunuh diri."

  • Menyimpan obat-obatan yang bisa disalahgunakan.

  • Menjadi pengguna narkoba atau pemabuk.

  • Sering marah tiba-tiba.

  • Ceroboh dan terlibat dalam aktivitas yang mempertaruhkan nyawa.

  • Menarik diri dari orang-orang di sekitarnya.

  • Sering terlihat merasa cemas.

  • Mulailah membuat surat wasiat.

  • Penurunan berat badan karena perubahan nafsu makan.

  • Kehilangan minat dalam banyak hal.

  • Kesulitan tidur dan sering merasa gelisah.

Saat seseorang yang dekat dengan Anda menunjukkan tanda-tanda tersebut atau memiliki kondisi yang bisa memicu bunuh diri, Anda harus waspada. Sebisa mungkin beri perhatian ekstra padanya, peluk dia atau minta dia berkonsultasi ke dokter. Perhatikan juga gerak-geriknya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan nyawanya, apalagi jika sedang sendirian.

Sarankan dia untuk menghindari alkohol dan obat-obatan yang bisa disalahgunakan untuk bunuh diri. Selain itu, ajak dia berolahraga secara rutin, minimal tiga kali seminggu. Aktivitas fisik merangsang otak Anda untuk menghasilkan bahan kimia yang dapat membuat Anda merasa lebih rileks dan bahagia.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq

Previous Post
Next Post

0 komentar: