Sumber foto : billboard.com
Diamond QQ - Penyanyi Taylor Swift baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya bakal merekam ulang lagu-lagunya dari album Red yang berisikan total 30 lagu. Ini akan menjadi album kedua yang direkam ulang oleh Taylor Swift usai sebelumnya dalam album Fearless (Taylor's Version) pada April 2021.
Hal tersebut disampaikan oleh Taylor Swift melalui unggahan ya di Twitter pada Sabtu (19/6) yang menyatakan bahwa dirinya akan merekam ulang album Red yang dirilis pada tahun 2012 silam. Album versi baru tersebut kabarnya bakal dirilis pada 19 November 2021 mendatang.
Dalam unggahannya di media sosial, Taylor Swift juga menjelaskan tentang konteks rencananya untuk versi barunya tersebut
"Secara musik dan juga lirik, Red akan menyerupai orang yang patah hati. Itu terdapat di mana-mana, mosaik perasaan yang retak yang entah bagaimana semuanya akan cocok pada akhirnya." ujar Taylor Swift.
Bahagia, bebas, bingung, kesepian, hancur, euforia, liar, dan tersiksa oleh kenangan di masa lalu. Saya pergi ke studio dan melakukan eksperimen dengan suara dan kolaborator yang berbeda," lanjutnya.
Pelantun dari single You Belong With Me ini juga turut mengungkapkan bahwa dirinya tengah berusaha untuk mencurahkan segenap kemampuannya dalam merekam ulang album Red yang telah ditampilkan di harapan Swifties, yaitu sebutan bagi penggemar Taylor Swift.
"Terkadang saya perlu untuk membicarakannya (berulang-ulang) agar benar-benar menjadi....berakhir. Seperti pada saat teman yang menelepon di tengah malam membahas tentang mantan kekasihnya, saya tidak dapat berhenti menulis. Ini akan menjadi pertama kalinya kalian akan mendengar semua 30 lagu yang terdapat di [album] Red. Dan, bahkan salah satunya berdurasi 10 menit," pungkas Taylor Swift.
Perilisan rekaman ulang album Red adalah lanjutan dari proyek Taylor Swift yang telah merekam ulang album Fearless. Album bertajuk Fearless (Taylor's Version) ini dirilis oleh Taylor Swift pada April 2021.
Billboard melaporkan bahwa album rekam ulang dari Fearless yang telah dirilis pada tahun 2008 tersebut berhasil terjual sebanyak 291 ribu unit setara album di Amerika Serikat di pekan per 15 April.
Proyek ini sekaligus menjadi langkah Taylor Swift untuk kembali mengambil hak atas karya musik dari total enam album pertamanya, setelah manajer musiknya, yaitu Scooter Braun, melalui perusahaan Ithaca Holding mengakuisisi label lama milik Taylor, yaitu Big Machine, pada Juni 2019.
Selain itu, Taylor Swift juga telah merilis album terbaru folklore yang berisi total 16 lagu. Album tersebut diketahui ditulis dan direkam dalam masa isolasi selama pandemi Covid-19. Melalui album ini, Taylor Swift pun berhasil memenangkan Album Of The Year di ajang Grammy 2021.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadikan dirinya sebagai wanita pertama yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali.
Beberapa bulan setelahnya, Taylor Swift pun kembali merilis album baru bertajuk Evermore sebagai kejutan kedua setelah album folklore. Album Evermore berisi total 15 lagu serta turut menampilkan beberapa musisi seperti Haim, The National, dan Bon Iver.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamond QQ


0 komentar: