Jumat, 08 Oktober 2021

Polres dan Dishub Bakal Terapkan Sistem Ganjil Genap di Jalan Raya Margonda Depok

 

Ilustrasi, sumber foto: Tribun Jakarta/Muslimin Trisyuliono


Diamond QQ - Kemacetan masih menjadi potret lama yang belum teratasi di Kota Depok, Jawa Barat, terutama saat hari libur. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi kemacetan, mulai dari satu lajur hingga saat ini yang terbaru akan menerapkan sistem ganjil genap.


Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Muhammad Andi Indra Waspada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok dan instansi terkait lainnya untuk menerapkan sistem ganjil genap. Titik lokasinya juga sudah ditentukan, yakni di Jalan Raya Margonda.


"Rencana InsyaAllah awal bulan depan kita akan laksanakan ganjil genap di Jalan Raya Margonda," kata Andi, Selasa (21/9/2021).


Ganjil genap berlaku setiap akhir pekan di Jalan Raya Margonda


Andi menjelaskan, penerapan ganjil genap di Jalan Raya Margonda terkait perpanjangan PPKM Level 3 Kota Depok. Selain itu, juga akibat peningkatan arus lalu lintas pada akhir pekan atau weekend.


“Hasil survei dengan beberapa daerah yang sudah menggunakan ganjil genap, terbukti bisa menurunkan kepadatan arus lalu lintas. Nantinya hanya roda empat saja yang diberlakukan ganjil genap,” kata Andi.


Sebelum menerapkan sistem ganjil genap, lanjut Andi, Satlantas Polda Metro Depok masih melakukan survei lokasi. Selain itu, pihaknya akan mencari jalur alternatif menuju titik balik kendaraan. Jika sudah terealisasi, sistem ganjil genap akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.


“Kami masih dalam tahap sosialisasi kemudian baru tahap penindakan. Sosialisasi kurang lebih selama dua minggu,” kata Andi.


Rencana ganjil genap ditentang oleh anggota DPRD Kota Depok


Namun, menurut anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, penerapan sistem ganjil genap di Kota Depok kurang tepat. Babai menilai belum ada kajian mendalam tentang sistem ganjil genap dan perlu kajian mendalam, mulai dari sisi transportasi hingga aspek sosial dan ekonomi.


“Ruas jalan di Kota Depok tidak sebanyak dan sebaik di kota-kota lain yang telah memberlakukan ganjil genap seperti Jakarta, Bogor, dan kota lainnya,” kata Babai.


Ditambahkannya, penerapan sistem ganjil genap di Kota Depok, khususnya di Jalan Raya Margonda, akan menimbulkan kemacetan baru di ruas jalan lainnya. Untuk itu, Babai meminta, penerapan sistem ganjil genap tidak dilakukan secara cepat dan perlu kajian dan komponen pendukung lainnya.


“Komponen pendukung pemberlakuan sistem ganjil genap perlu persiapan yang matang,” kata Babai.


Pedagang meminta pemerintah memperhatikan jalur ekonomi masyarakat


Sementara itu, salah satu pedagang bernama Saiful (38) mengatakan, kebijakan ganjil genap di Kota Depok tidak boleh merugikan pedagang di jalur yang akan diberlakukan sistem ganjil genap. Ia mengatakan, kebijakan Pemkot Depok menerapkan sistem satu lajur di Jalan Dewi Sartika mengakibatkan pedagang mengalami penurunan pendapatan.


“Perhatikan juga jalur ekonomi, jangan sampai seperti Jalan Dewi Sartika karena satu jalur banyak pedagang yang gulung tikar,” kata Saiful.


Saiful menjelaskan, penerapan sistem ganjil genap bukanlah solusi mengatasi kemacetan di Kota Depok. Menurutnya, Pemkot Depok perlu memperluas dan menambah ruas jalan baru di Kota Depok. Hal ini dikarenakan jumlah kendaraan di Kota Depok yang terus meningkat, sehingga menambah beban kepadatan kendaraan di jalan.


“Ya gimana gak mau macet, jalannya setiap tahun segitu aja tapi jumlah kendaraan kayaknya nambah terus,” kata Saiful.

Previous Post
Next Post

0 komentar: