Jumat, 08 Oktober 2021

PPP Kritik Pernyataan Giring yang Sebut Anies Pembohong dan Tak Layak Dipilih di Pilpres

 

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, foto : naefurodji/hr


Diamond QQ - Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, mengkritik pernyataan Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong dan tidak layak dipilih dalam Pilpres 2024. Arsul menilai dalam kontestasi politik seharusnya tidak memakai narasi yang menimbulkan kebencian publik.


“Dalam membangun kontestasi politik, seyogyanya parpol (partai politik) menggunakan narasi yang tidak menimbulkan ruang kebencian atau menabuh genderang keterbelahan (atau) segregasi masyarakat. Saya kira kita perlu belajar apa yang kita lihat sebelum, selama proses dan sesudah Pilpres 2014 dan 2019," kata Arsul saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).


Arsul Sani menyebut Giring kontradiksi dengan nama partainya


Ia menambahkan, narasi Giring kepada Anies Baswedan tidak seperti nama PSI, yakni solidaritas. Arsul mengatakan ucapan Giring kepada Anies membuka ruang kebencian.


"Narasi yang disampaikan oleh Giring kontradiksi dengan nama partainya, Partai Solidaritas Indonesia. Apa yang disampaikannya tidak membangun solidaritas, tapi justru ingin membuka kembali ruang kebencian dan keterbelahan," ujarnya.


Dia mengatakan kritik bukan seperti membenci. Seorang politikus di partai politik, kata dia, harus menjaga etika berbicara atau menyampaikan pendapat.


"Karenanya diksi seperti pembohong bisa diganti dengan orang yang tidak menepati janjinya," ujarnya.


Giring menyebut Anies pembohong dan meminta masyarakat untuk tidak memilih gubernur DKI di Pilpres 2024


Sebelumnya, Giring Ganesha menyerang Anies Baswedan. Giring menyebut Anies pembohong dan meminta masyarakat untuk tidak memilih Anies di Pilpres 2024.


“Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” kata Giring, di Twitter PSI @psi_id, Selasa (21/9/2021).


Giring sebut Anies gagal jadi Gubernur DKI


Giring menyebut Anies bukanlah contoh pemimpin yang baik. Dia mengatakan Anies adalah contoh pejabat negara yang tidak bisa mengatasi krisis.


"Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," ujarnya.


Giring mengakui, jumlah APBD DKI Jakarta cukup besar. Namun Anies disebut menghabiskan APBD DKI Jakarta untuk kepentingan pribadi, Giring mencontohkan Rp1 triliun untuk Formula E.


“APBD Jakarta yang begitu besar, dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai presiden 2004. Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula E. Dan mengeluarkan Rp1 triliun, Rp1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu," kata giring.


“Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemik COVID-19,” tambahnya.

Previous Post
Next Post

0 komentar: