Sabtu, 27 Maret 2021

manusia tidak boleh dikuasai oleh kecerdasan artifisial agar fungsi pengawasan tetap bisa dilakukan

 

Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (Wantiknas) Nasional Ilham Akbar Habibie mengatakan manusia tidak boleh dikendalikan oleh kecerdasan buatan agar fungsi pengawasan tetap bisa dijalankan.


“Kalau kita sadari, yang dikatakan Presiden (Joko Widodo) itu benar. Siapa yang menguasai kecerdasan buatan, itu yang menguasai dunia. Tapi perlu diingat, kita harus selalu menguasai kecerdasan buatan, bukan kecerdasan buatan yang menguasai kita,” kata Ilham. dalam sebuah pernyataan. diskusi virtual yang digelar Wantiknas, Kamis.


Oleh karena itu, ia mengingatkan para pengembang untuk mengembangkan kecerdasan buatan, semua perintah atau tujuan yang ingin dicapai harus didefinisikan dengan baik agar fungsi kendali dari teknologi tersebut tetap berjalan.


“Kita harus selalu memastikan bahwa apa yang ingin dicapai kecerdasan buatan itu ditentukan, itu harus apa yang kita inginkan, karena kitalah yang mengatur apa yang harus dia lakukan,” kata Ilham.


“Jadi, tujuan pengendalian kecerdasan buatan itu sangat penting, dan bahkan mungkin lebih penting daripada mengembangkan kecerdasan buatan itu sendiri,” lanjut putra sulung Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie ini.


Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, pengembangan kecerdasan buatan harus mengacu pada kepentingan masyarakat.


Selain itu, kecerdasan buatan juga harus menambahkan unsur tanggung jawab, tidak bertujuan untuk merugikan, dan meminimalkan adanya bias.


Untuk itu, kata dia, perlu dibentuk kecerdasan buatan yang memiliki komponen seperti keadilan, kehandalan, keselamatan, privasi, keamanan, inklusivitas, transparansi, dan akuntabilitas.


Dalam kesempatan itu, Hammam juga mengingatkan bahwa dibutuhkan sinergi antara talenta-talenta terbaik tanah air seperti peneliti, insinyur, akademisi, dan pengembang startup untuk membangun teknologi intelijen yang mumpuni.


“Dan jika kita bisa memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara optimal, kita akan berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi dan pada saat yang sama kita akan menjadi negara yang terdepan dalam pertumbuhan ekonomi untuk memasuki visi Indonesia 2045 menjadi ekonomi terbesar di dunia,” ucapnya. Hammam.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq

Previous Post
Next Post

0 komentar: